Pileg Kalah Gaung dari Pilpres, Benarkah?
Sementara, anggota DPR RI Mahfuz Sidik mengatakan, masyarakat seolah lebih berfokus pada pilpres daripada pileg dalam Pemilu Serentak 2019. Ia menyebut, gaung Pileg tenggelam oleh hingar bingar pilpres.
“Rasanya kalau kita keliling di berbagai daerah, mencoba meraskaan denyut pileg, itu jauh kalah dengan denyut pilpres. Bukan saja antensi, partisipasi masyarakat pemilih, tetapi partai dan caleg-caleg juga seperti tenggelam, tergerus oleh arus besar,” kata Mahfuz dalam diskusi di keasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).
Menurut Mahfuz, masyarakat lebih mudah mengenali dua paslon capres cawapres dibandingkan mengenali ribuan caleg yang harus dikenali. Karena itu, ia meminta tidak hanya KPU melainkan juga masyarakat dapat memberikan perhatian lebih untuk mengenali calon wakil rakyat.
“Artinya masyarakat harus punya ruang perhatian, ruang partisipasi lebih besar di pileg,” ucapnya.
Sementara itu, Peneliti Politik Perludem, Heroik M. Pratama mengatakan tujuan awal pemilu serentak untuk menjalankan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 14. Dia mengakui Pileg terasa kurang gaungnya dibandingkan Pilpres. Padahal tujuan pemilu serentak adalah efisiensi anggaran politik.
“Ada dua tujuan yang ingin dicapai pertama soal efisiensi tadi meskipin politik butuh anggaran tapi postur anggaran pemilu dibiayai penyelenggara. Esensi utama pemilu serentak untuk efektivias pemerintahan,” ucapnya.
Sudah menjadi tugas KPU, lanjut Heroik untuk memberi sosialisasi lebih baik bagi Pileg. Namun, caleg juga tak boleh hanya berkampanye lewat peraga kampanye saja. “KPU daerah supaya lebih gencar (sosialiasasi), begitu juga calegnya temui masyarakat langsung,” ucapnya.
Reporter: Yunita Amalia
Sumber: Merdeka
Artikel yang berjudul “Pileg Kalah Gaung dari Pilpres, Benarkah?” ini telah terbit pertama kali di:
No comments