KPU: Bencana di Palu, Sigi, dan Donggala Pengaruhi Jumlah DPT

Aspiranesia, Palu – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi (tanah mencair/tanah bergerak) di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala mempengaruhi data jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dan tempat pemungutan suara (TPS) di daerah terdampak bencana.

Padahal, Pemilu Serentak akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang.

“Yang pasti untuk tiga daerah, Kota Palu, Sigi, dan Donggala yang terdampak bencana, pasti akan mempengaruhi DPT dan jumlah TPS,” ujar Ketua KPU Sulawesi Tengah Tanwir Lamaming, seperti dilansir Antara, Selasa (4/12/2018).

Dia menuturkan, adanya korban jiwa dampak dari bencana serta adanya pengungsi, sangat mempengaruhi data jumlah DPT. Sekali pun, kata Tanwir, adanya penelitian/rasionalisasi DPT dan TPS pascabencana.

Saat ini, menurutnya, jajaran KPU di tiga wilayah terdampak bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi sedang melakukan pendataan, pencermatan DPT berbasis TPS.

“Iya, tim KPU sedang bekerja di lapangan untuk pendataan, pencermatan, validasi data DPT berbasis TPS pascabencana,” ucapnya.

Tanwir menyebut Panitia Pemungutan Suara (PPS) saat ini sedang bekerja melakukan pendataan terkait pemilih yang meninggal terdampak bencana.

PPS, kata dia, juga melakukan pemetaan sebaran pengungsi di wilayah-wilayah pengungsian khusus untuk wilayah terdampak tsunami dan likuifaksi.

“Kami berharap pada tanggal 11 atau 12 Desember ini, kita telah memperoleh gambaran terkait data tersebut,” tutur Tanwir.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Pemusnahan surat suara hingga kotak suara


Artikel yang berjudul “KPU: Bencana di Palu, Sigi, dan Donggala Pengaruhi Jumlah DPT” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments