Yusril: OSO Tak Akan Laksanakan Perintah KPU
Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman mengaku masih terus menunggu surat pengunduran diri Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dari kepengurusan partai untuk maju sebagai caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD). KPU memberikan batas waktu hingga 21 Desember 2018.
Menurutnya, jika OSO menyerahkan surat pengunduran dirinya, maka KPU akan segera memasukkannya ke daftar calon tetap (DCT).
“Kalau itu dipenuhi maka akan terjadi perubahan DCT maksudnya, kalau tidak ada, ya tidak ada perubahan,” kata Arief di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2018).
Arif menjelaskan, pihaknya sudah berusaha untuk menjalani putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait gugatan Ketua DPD itu. Namun, dia mengingatkan bahwa KPU harus mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai kekuasaan kehakiman tertinggi, yang memutuskan bahwa pengurus partai politik tidak boleh maju sebagai caleg DPD.
“Tapi kami juga jalankan putusan MK bahwa disyaratkan tidak sebagai pengurus parpol. kalau tidak ada putusan TUN kan semua sudah selesai, tidak ada ruang lagi sebetulnya, tapi karena ada putusan TUN maka kami berikan ruang lagi,” ungkapnya.
Karena itu, Arief menyerahkan sepenuhnya keputusan pada OSO. Dia juga yakin OSO tak akan menempuh jalur hukum jika sampai batas waktu yang ditentukan OSO tak dimasukan ke dalam DCT DPD.
“Ya saya masih percaya, tidaklah (tempuh jalur hukum),” ucapnya.
Reporter: Ahda Bayhaqi
Sumber: Merdeka.com
-:
Yusril Ihza Mahendra tegaskan akan gelar deklarasi dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf pada Rakernas PBB pada Januari 2019.
Artikel yang berjudul “Yusril: OSO Tak Akan Laksanakan Perintah KPU” ini telah terbit pertama kali di:
No comments