KPU Kebut Produksi Logistik Pemilu
Aspiranesia, Jakarta – Ketua Komisi Pemiliham Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, pihaknya akan berusaha memenuhi kebutuhan logistik Pemilu Serentak 2019.
Apalagi, KPU telah menetapkan 810.329 tempat pemunungan suara (TPS) tambahan pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Memang bukan hal yang mudah memproduksi logistik di masa yang sudah sangat singkat. Kemudian kapasitas produksi juga sangat terbatas, tetapi karena ini perintah konstitusi, maka KPU harus berupaya untuk bisa melayani pemilih dengan baik,” kata Arief di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 8 April 2019.
KPU akan terus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memperbaiki data pemilih yang terdaftar di TPS. Pasalnya, jika masih ada sisa kertas suara, maka pemilih tambahan akan bisa dialokasikan ke TPS tersebut.
“Terpaksa semua harus bekerja keras, bekerja bersama-sama untuk bisa memenuhi pelayanan terhadap pemilih karena ini hak konstitusional,” ungkap Arief.
Arief juga meminta, pihak produsen perlengkapan pemungutan suara bisa segera menyeleselesaikan dengan cepat penambahan logistik pemilu. Sehingga logistik bisa dipenuhi tepat waktu.
“Perusahaan-perusahaan yang memproduksi logistik Pemilu juga kami minta kerelaannya, kesanggupannya, kekuatannya harus dikerahkan teman agar bisa diproduksi dan didistribusikan tempat waktu,” ucapnya.
Artikel yang berjudul “KPU Kebut Produksi Logistik Pemilu” ini telah terbit pertama kali di:
No comments