Politikus Gerindra Sebut Quick Count Tidak Pernah Meleset
Keterbukaan, menurut Ujang membuat publik tidak akan menilai bahwa hasil hitung cepat atau exit poll disengaja untuk menguntungkan salah satu kandidat.
“Jadi saya secara objektif menilai ketika lembaga surveinya kredibel, metodologinya bisa dipertanggungjawabkan dan benar, bisa menjadi referensi yang baik untuk masyarakat,” ujarnya.
Tetapi, kata Ujang, ada juga lembaga survei yang tidak kredibel yang memang dibayar untuk mengatrol calon-calon tertentu.
Lebih lanjut, Ujang berkata, tudingan keberpihakan lembaga survei kepada salah satu kandidat seharusnya tidak terjadi. Sebab, seluruh kandidat juga menggunakan jasa lembaga survei.
“01 dan 02 itu memang memiliki lembaga survei masing-masing. Jadi memang ada pembanding. Mereka punya survei masing-masing yang dibayar oleh kedua kubu yang kebetulan yang banyak menang di kubu 01,” ujarnya.
Namun menurutnya, ketika lembaganya kredibel, melakukan dengan metode yang bagus dan presisi, hal itu bisa dipertanggungjawabkan.
Terkait simpangsiur data hasil penghitungan suara, Ujang menyarankan agar semua pihak menunggu hasil real count yang dilakukan oleh KPU.
“Sehingga kita berdemokrasi ini tidak menduga-menduga, tidak saling menyalahkan. Artinya lembaga survei juga berhak, berwenang untuk mempublikasi hitung cepat dan exit poll-nya karena ada aturan MK. Jadi tidak bisa melaporkan dan sebagainya,” ujarnya.
Artikel yang berjudul “Politikus Gerindra Sebut Quick Count Tidak Pernah Meleset” ini telah terbit pertama kali di:
No comments