Pembicaraan dengan AS Gagal, Taliban Kirim Tim ke Rusia
Taliban mengirimkan satu delegasi ke Rusia untuk membahas prospek penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Hal tersebut dilakukan setelah gagalnya pembicaraan dengan Amerika Serikat bulan ini. Demikian dikatakan salah seorang pejabat dari kelompok pemberontak.
Berita yang dilansir dari Reuters, Sabtu (14/9), mengatakan langkah ini dilakukan untuk meningkatkan dukungan regional. Mereka juga berencana untuk melakukan kunjungan ke China, Iran dan negara-negara Asia Tengah.
“Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memberi tahu para pemimpin negara-negara ini tentang pembicaraan damai dan keputusan Presiden Trump untuk membatalkan proses perdamaian,” kata seorang pemimpin senior Taliban di Qatar.
Pembatalan itu, katanya, diputuskan pada saat kedua pihak telah menyelesaikan semua masalah dan akan menandatangani perjanjian damai.
Rusia, yang telah menjadi tuan rumah pertemuan antara Taliban dan perwakilan politik dan masyarakat sipil Afghanistan, mengatakan pihaknya berharap proses itu dapat “dikembalikan” ke jalurnya pada minggu ini. Rusia juga mendesak kedua pihak untuk melanjutkan pembicaraan damai.
“Kami yakin bahwa akhir kehadiran militer asing adalah kondisi perdamaian yang tidak dapat dicabut di Afghanistan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, Kamis (12/9).
Namun, tidak jelas apakah pembicaraan tersebut dapat dilanjutkan. Pemimpin Taliban yang menolak untuk disebutkan namanya mengatakan, tujuan kunjungan itu bukan untuk mencoba menghidupkan kembali perundingan dengan Amerika Serikat. Namun untuk menilai dukungan regional karena memaksanya meninggalkan Afghanistan.
Para pejabat AS dan Taliban mengadakan pembicaraan berbulan-bulan di ibu kota Qatar, Doha, dan menyepakati rancangan kesepakatan yang akan menyebabkan sekitar 5.000 tentara AS ditarik dari Afghanistan. Namun dengan imbalan jaminan keamanan dari Taliban.
Namun kesepakatan tersebut menghadapi kritik keras dari pemerintah Afghanistan. Pemerintah merasa tidak diikutkan dalam perundingan. Banyak mantan pejabat senior AS yang telah bekerja di kawasan itu juga memperingatkan penarikan yang tergesa-gesa berisiko membuat negara itu tidak stabil. Bahkan dapat menciptakan babak baru perang saudara.
Draf perjanjian itu tidak termasuk perjanjian gencatan senjata dan dengan berlanjutnya kekerasan, Trump mengumumkan pembatalan pertemuan Camp David melalui Twitter. Hal itu dilakukan setelah serangan bom bunuh diri di Kabul yang menewaskan sedikitnya 12 orang termasuk seorang tentara AS.
Dia kemudian menggambarkan perundingan tersebut menemukan jalan buntu dan mengatakan pasukan AS akan meningkatkan operasi terhadap Taliban. [ah]
Artikel yang berjudul “Pembicaraan dengan AS Gagal, Taliban Kirim Tim ke Rusia” ini telah terbit pertama kali di:
No comments